di tulis oleh KoJing!, on January 22nd, 2010
Kamis, 21 Januari 2010
Kegiatan magang di ANRI hari ini masih berkutat dengan proses pembuatan inventaris arsip. Melanjutkan proses maneuver fisches kemain dengan melakukan penomeran devinitive.

Khusus untuk arsip yang saya kerjakan, yakni arsip Menutama bidang EKKU proses di hentikan sementara pada tahap ini. Dan akan di lanjutkan hari-hari berikutnya karena ada sedikit kendala teknis pada label arsip yang menunggu persetujuan direkur pengolahan.
Untuk selanjutnya saya melakukan entry data ke dalam soft file yang kemudiann akan di cetak sebagai label yang akan ddi temple pada sampul arsip. Masih dengan tema keuangan, namun bukan Menutama bidang EKKU, kurang tahu apa tema kali ini karena tab arsip yang harus saya entry jumlahnya ratusan.

di tulis oleh KoJing!, on January 21st, 2010
Melanjutkan pekerjaan kemarin, seletah selesai melakukan deskripsi arsip, tahap selanjutnya dari pembuatan inventaris arsip adalah membuat skema definitif setelah memperolah informasi dari deskripsi arsip, maka diperoleh gambaran kegiatan yang tercipta dari organisasi tersebut, gambaran tersebut akan merubah susunan skema pengaturan arsip sementara menjadi skema pengaturanarsip definitive.
Tahap selanjutnya adalah maneuver fisches, yaitu mengelompokkan fisches sesuai dengan skema definitive ytang dilanjutkan dengan penomeran. Walaupun terlihat simple tapi tahap ini membutuhkan ketelitian ekstra.
di tulis oleh KoJing!, on January 21st, 2010
Kegiatan magang hari ini dilakukan di ruang Depo, sama seperti hari kemarin. Di sini kami sudah mulai dituaskan untuk mendeskripsikan arsip. Arsip yang kami deskripsikan adalah arsip dari Kabinet Ampera Menutama bidang EKKU (Menteri Utama bidang Ekonomi Keuangan). Saya pribadi mendeskripsikan bendel 356 yang setelah selasai semua nya di dapat 18 deskripsi didalamnya. Untuk detail tugas sementara ini belum dapat penulis hadirkan disini karena masalah birokrasi yang tidak mengijinkannya kami membawa pulang fisis-fisis hasil deskripsi arsip.
di tulis oleh KoJing!, on January 21st, 2010
Hari pertama magang di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI untuk seterusnya) diawali dengan penyerahan kami sebagai mahasiswa magang dari Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra dan Seni Rupa UNS oleh dosen pembimbing kami, Bapak Waskito Widi, kepada Kabag Humas ANRI.
Untuk seterusnya kami yang mahasiswa magang yang berjumlah lima orang akan ditempatkan di divisi-divisi atau di bagian kerja yang berbeda. Diantaranya ada di unit inventaris, unit sejarah lisan, unit pengolahan arsip media baru dan unit ruang baca.
Pada awal kegiatan magang ini, peserta dibagi menjadi dua unit kerja dahulu, yaitu unit kerja sejarah lisan (Dwi Ari dan Mira) dan unit kerja inventaris - Pengolahan Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945 (Hasrie, Trisna dan saya sendiri, Gilang). Untuk selanjutnya kami bertugas di unit kerja masing-masing dalam jangka waktu yang belum bisa di tentukan, tergantung dari kebijakan kasubag masing-masing unit kerja.
Tugas pertama di unit kerja inventaris - Pengolahan Arsip Konvensional Setelah Tahun 1945 untuk mengawali dan memberi gambaran tentang unit kerja ini adalah mencarai perbedaan “Inventaris Arsip” dan “DaftarArsip”, untuk pengamatan penulis adalah sebagai berikut.
- Judul : Keduanya ada udulnya
Contoh inventaris : “Inventaris Arsip Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Tahun 1961-1979″
Contoh daftar arsip: “Daftar Arsip Kantor Meneg Agraria/Badan Pertanahan Nasional”
- Keduanya disusun oleh sebuah Tim yang terdiri dari dua orang ataulebih dengan seorang editor.
- Keduanya diterbitkan oleh Sub Direktorat Pengolahan Arsip Konvensional Setelah tahun 1945 Arsip Nasional Republik Indonesia - Jakarta
- Inventaris Arsip memiliki daftar isi sedangkan Daftar Arsip tidak memiliki
- Inventaris Arsip memiliki pendahuluan sedangkan Daftar Arsip tidak. Pendahuluan Inventaris Arsip berisi latar belakang masalah tentang judul dari Inventaris Arsip.
- Inventaris Arsip memiliki daftar pustaka sedangkan Daftar Arsip tidak memiliki. Daftra pustaka berisi referensi yang relevan dengan judul Inventaris Arsip.
- Isi
Inventaris Arsip
Berisi deskripsi arsip yang diurutkan berdasarkan masalah, dan terdapat keterangan tentang kondisi arsip
Contoh:
A. Kepegawaian
1. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 140 Tahun 1964 tangal 3 Juni 1964 Tentang Pemberhentian Ny. HS. Sutarwan Sebagai Anggota Kwartire Nasional dan Kwartir Nasional Harian Serta Mengangkat Ny. Ali Sastroamijoyo sebagai penggantinya - salinan 1 sampul
Daftar Arsip
Berisi deskripsi arsip, dirinci dalam bentuk table berdasarkan masalah tertentu disertai dengan keterangan berupa kurun waktu, tingkat keaslian, jumlah dan lokasi/No. Boks.
Contoh:
A. Bidang Umum
1. Telaah dan perumusan undang-undang
| No. |
Arsip |
Kurun waktu |
Tingkat Keaslian |
Jumlah |
Lokasi/ No. Boks |
| 001 |
Instruksi menteri Agraria/ Kepala Badan pertanahan Nasional No. 6 Tahun 1994 tentang percontohan peningkatan pelayanan masyarakat di bidang pertanahan |
27 agustus 1994 |
Asli |
1 sampul |
1 |
- Inventaris Arsip mempunyai indeks sedangkam daftar arsip tidak. Indeks berisikan kata kunci tentang masalah dalam inventaris arsip yang diurutkan secara alphabet.
Kesimpulan yang saya dapat adalah daftar arsip memiliki kelengkapan keterangan yang lebih lengkap mengenai kondisi arsip namun tidak ada suatu latar belakang permasalahan yang di perjelas untuk mempermudah pencarian arsip. Latar belakang permasalahan hanya ditemukan pada inventaris arsip yang secara lengkap menyajikan latar belakang dari judul inventaris disertaidengan daftar pustaka dan indeks untuk mempermudah pencarian. Walau kurang lengkap, namun daftar arsip menjadi pintu utama dalam menyusun sebuah inventaris arsip sehinga daftar arsip memiliki kelengkapan keterangan yang lebih lengkap dan menditail mengenai latar belakang arsip yang berkaitan.
Tugas kedua di unit ini adalah membuat desktipsi arsip seperti contoh yang telah saya tuliskan di atas. Pendesktipsian arsip dilakukan di ruang depo yang terletak di gedung 0, lantai bawah. Di ruagan ini diwajibkan memakai masker karena kondisi arsip yang kadang berbau sangat menyengat dan untuk menjaga sistem pernafasan dari zat-zat merusak yang mungkin terdapat pada arsip.
Untuk Saya pribadi di hari pertama ini telah mendeskripsikan arsip dengan tema ekonomi, dengan sub tema kementrian ekonomi dan industri di era presiden Soekarno dengan kurun waktu tahun 1964-1966.
Pendeskripsian arsip ditulis di kertas kemudian diberi keterangan tentang sumber arsip tersebut semisal arsip itu arsip asli, salinan, atau copy dan diberi keterangan jumlah lampiran, lembar atau disertai tanda terima atau tidak dengan menambahkan kode (bisa inisial nama si pendeskripsi) disertai nomor yang berupa jumlah ke berapa dari si penulis yang mendeskripsikan arsip. Sebagai contoh “GP/01″ berarti dideskripsikan oleh Gilang Perdana, arsip yang pertama dan sebagainya dan seterusnya, pemberian kode bersifat bebas dan tidak mengikat.
di tulis oleh KoJing!, on January 11th, 2010
Akhirnya saya ng-blog lagi, setelah sekian lama vakum.. hoho.. Mau berbagi pengalaman saja hari ini. Yap-yap, sesuai judul di atas, saya tadi baru saja selesai mengurus Surat Ijin Mengemudi di Satlantas Surakarta. Begini ceritanya
Jam 8 pagi saya sudah sampai di Satlantas Solo, ternyata kepagian! hoeehh.. yawislah, nunggu di dalem gapopo, ada AC nya, semilir dingin… terus tanya syarat²nya ke petugas, s petugas bilang “sayaratnya fotokopi KTP 3 lembar sama KIR” KIR? apa itu KIR? wah, saya ndeso tenan.. ga tau apa itu KIR, ato jangan² kalian yang baca juga ga tau? hahaha. KIR itu semacam surat kesehatan gitu.. apalah namanya ga penting!
Ternyata buat KIR nya di Klinik Bhayangkara Gendengan, yasudah saya langsung meluncur, setelah sampai lalus aya mengisi formulir yang di serahkan ke bu dokter terus abis itu ngantri.
5 Menit saya ngantri duduk manis di luar, terus nama saya di panggil, masuklah saya.. terus tiba² bu dokter ngasih buku yang ada gambarnya bulet-bulet warna-warni terus ada gambar angka. Dalam batin saya “Wah Ndeladuk!! aku kan buta warna, pie ki?” setelah lembar pertama (yang muncul angka 12) saya langsung bilang ke bu dokter, “bu lha saya buta warna i piye? parsial nih..” Terus bu doketr agak mikir gimana gitu, terus bilang, yaudah mending mas nya nembak SIM wae, saya ga berani ngeluarin KIR nya.. — JAH! wuasyem.,. ya wis lah.. nembak nembak akhirnya..
Sampe di Satlantas langsung nyari calo nya, ketemu ama sebut nama Pak Y, terus tawar menawar, deal 175rb langsung bayar tunai, sah! tak lupa foto kopi KTP saya kasih ke dia.
30 menit saya nunggu di kantin, terus di panggil Pak Y, dia bilang “mas, nanti langsung masuk aja ke ruang foto, cari aja Pak T” oke lah,.. saya masuk, ketemu Pak T, setelah nunggu 1 kloter calon pencari SIM foto, terus giliran saya yang terakhir, cap jempol kanan, kiri, tanda tangan terus foto. 5 menit kemudian SIM C saya jadi, fresh from the oven.. ahhh..
Kesimpulannya, okelah saya memang buta warna parsial (sebagian) terus apa ga ada kebjakan lain gitu buat penderita parsial seperti saya, lha kalo KIR caja ga bisa dapet gimana saya mau buat SIM? ah.. tapi semua terselesaiakn berkat si Calo itu, 175rb, tapi kalo saya lewat jalur resmi paling mentok² menurut penghalaman temen-temen cuman abis 90rb.
Okelah, gpp.. yang penting saya sudah punya SIM lagi, soalnya SIM saya hilang lebih dari 2 tahun yang lalu pas lagi maem somay (konyol) (wave)
di tulis oleh KoJing!, on December 28th, 2009
setelah lebih dari 2 bulan saya tidak apdet blog.. ahhh.. akhirnya kesampean juga apdet blog ini setelah semua tugas-tugas kuliah yang sangat menyita waktu, tenaga, pikiran dan harta ini terselesaikan (tapi mbuh hasil e pie) wkwkwkwwk.
mulai besok dan seterusnya halaman ini akan terus diapdet dan mengikuti isu-isu yang sedang hangat kayak eek ayam.. hohoho..
PS: I LOVE YOU
di tulis oleh KoJing!, on December 15th, 2009
lama tak menyapa blog ini terasa asing.. cuman mau nulis laporan doank! hooohh.. tugas ku masih banyak yang belom kelar..
15 Januari -15 Februari 2010 ada program KMM (Kuliah Magang Mahasiswa) dari jurusan, nah pilihan jatuh pada Arsip Nasional Republik Indonesia yang nun jauh di ibukota sana,.. well itu berarti
1. jauh dari solo — ga papa, ni yang aku mau!
2. ga ada benwit gratis — T_T terbiasa dengan internet gratis dan cepat, kalo di sana internet mbayar!
3. ga ada masakan ibu — di rumah makan gratis, biaya makan di sana bisa ampe sejuta sebulan
4. ga ada kamar — di rumah sama puskom tidur tidur aja… walo rada spooky (tidur feat. mbahwage en mbakunthy)
5. ga ada motor — naik umum (busway, metromini dsb), kalo di sini ada motor..
kebutuhan pokok di sana ada… emm, 5 kalo aku itung
“Tempat buat berteduh, makan, londry pakean (males nyuci), transport sama internet”
—-^*$^@%&*%(________ en setelah di itung² bisa ampe 2-juta (buat sebulan)
belum kebutuhan sekunder seperti cemilan, kertas² dan kawan²nya, sesuatu yang berasap, pulsa (ga termasuk internet, telpun en sms only)
en yang tersier itu buat week end, kalo ini sih optional.. (devil)
hhmmmm….
di tulis oleh KoJing!, on December 9th, 2009
hmm udah sebulan aku tak menyapamu, maafkan aku ya… tugas kuliah ku numpuk2..
di tulis oleh KoJing!, on November 8th, 2009
Tepat jam satu siang ini saya sampai di depan Kampus UNS, bus yang akan membawa kami ke Jakarta sudah menunggu. Sebelum berangkat saya menyempatkan diri untuk menulis postingan ini sebagai awal dari log perjalanan saya via blog.
Kami jurusan ILMU SEJARAH UNS angkatan 2006 akan berkunjung ke Arsip Nasional RI di Jakarta dalam rangka memenuhi kewajiban pada mata kuliah Parktek Penulisan Sumber Sejarah Tertulis. Untuk saya Pribadi, dalam mata kuliah ini saya mengambil tema “Fungsi Balekambang dalam Sistem Tata Air Kota Solo pada Masa Mangkunogoro VII (1921-1944)”
Tema sudah fix, semua sudah fix, bus tingal berangkat.. atau malah menguungu kami (saya dan mas anjar) yang sedang onlen.. sempet²nya onlen.. ahahah… Agak kecewa juga, ga bisa ketemu sama Hikmah sebelum berangkat.. dia lagi ada acara kuas pena di masjid enHA UNS.. ya sudah, nanti lanjut lagi log nya.. saatnya mematikan PC! bye.. (wave)
di tulis oleh KoJing!, on November 8th, 2009
di tulis oleh KoJing!, on October 31st, 2009
Menyengaja untuk menulis posting ini karena khawatir akan keteteran atau bahkan tidak akan sempat untuk membuat Log perjalanan saya dalam rangka berkunjung ke ANRI (Arsip Nasional Republik Indonesia). Belajar dari pengalaman perjalanan Arung Sejarah Bahari IV di Kepulauan Riau tempo hari yang hanya sempat menulis beberapa lembar notes di facebook. Berakhir dengan sebuah blog yang keteteran (tanggung) dan unfinished! Sangat disayangkan, sebuah perjalanan yang hanya dinikmati tanpa adanya log perjalanan.
Foto? Foto memang solusi.. tapi itu hobi, bukan log secara sitematis, dan saya agak sukar untuk mencampuradukkan fotografi dengan log. Tidak se-tema. Dan kamera pun sudah di dapat (pinjem sih) sama tatayangitu. Dan untuk media log yang saya gunakan ada 4:
- Media log konvensional, dengan menuliskan notes secara menual (pake kertas dan tinta).
- Via Facebook
- Via Twitter
- Via Plurk
Mungkin dari ke-4 media yang saya gunakan ini media konvensional dan facebook sudah sangat familiar di telinga sampeyan, tapi kalo twitter dan plurk saya rasa masih awam ya? hehe.. Ada postingan saya tentang twitter dan plurk, pada mau tau apa itu, klik disini
Dan dari ke empat media itu saya lebih memilih media konvensional & PLURK. Media konvensional saya gunakan sebagai primary log untuk mencatat hal-hal penting yang butuh banyak space kata-kata (sepertinya urusan arsip dan segala hal yang informatif tentang ANRI) dan alasan saya memilih plurk sebagai secondary log, karena plurk sangat mudah di akses dengan henfon (semoga tidak ada masalah jaringan). Ada penanda waktu kapan kita nge-plurk, jadi lebih mudah untuk kita mengingat kapan log kita tulis. Namun sayang hanya sebatas 160 karakter.
Jadwal kegiatan sudah di dapat, tema? udah dapet 2.. persiapan? 70% — yeah..
di tulis oleh KoJing!, on October 29th, 2009
Hari ini aneh! tapi sangat mémorable, itu kata orang Perancis (berharap bisa jadi dubes di sana) yeah.. toss,.. Hari Rabo itu saya biasanya bangun jam 11 siang, tapi khusus hari ini bangun pagi dan meluangkan waktu ke kampus pagi-pagi. Melanjutkan dengan baca-baca majalah di perpus sastra dan mampir ke spmb buat apdet sataus di pacebok! what a life…
Sekitar jam 10 bersama menemani adek tingkat ngecek saldo di ATM permata depan (baca: nunggu kiriman papa), Si adek tingkat yang satu ini lagi bingung mau beli lampu darurat, biar kalo oglangan bisa terang²an di kamar (ceritanya ngiri sama mbak kost nya, mereka punya semua soal nya.. hahahaha), dilanjutkan dengan melow-melow an ngedengerin lagu-lagu nasional yang kesimpen di memori henfon (ini lagu dapet dari folder music kompie biling puskom :p ). Tema nya hari ini kan sumpah pemuda, jadi agak nasionalis sedikit lah buat hari ini.. hahaha..
Rencana busuk kami ber-2 setelah ini adalah mau liat pameran buku yang ada di diamond yang itu.. tapi singgah dulu di GRAMED, tapi si adek ini belom juga dapet helm, mau pinjem mbak kost.. udah sms ga bales² (mbak kost lagi nih figurannya.. ) maaf ya mbak kost.. saya sebut² terus… (worship). Dan keputusannnnyyyaaaa….. adalah!! — beli helm! oke lah.. ayuk aja.. di belakang kampus ada tuh yang jual helm.. dan duit pun di tarik dari ATM.. tiba² ada sms masuk.. DARI MBAK KOST dan intiyna mengabarkan kaloooo… PAKE AJA HELM NYA! nah.. ni sms kenapa ga dari tadi datengnya.. haha.. ga jadi deh eli helm baru.. — paragraph yang penuh dengan MBAK KOST.. mbak, maaf saya ga kasih royalti ke mbak.. pis ya mbak.. :p
——————– jeng jeng!
Tibalah kami di gramed.. dan liat² buku pahlawan nasional.. ehh.. ternata kami bnyak yang gak kenal, (kami sebenarnya mahasiswa kedokteran yang nyasar di sejarah) hahaha… terus pulagnya mampir ke Balai Soedjatmoko, foto sesion I dan kami cabut ke diamon…
Setelah melakuka n perjalanan ke barat demi mendapat kitab suci (loh) kami bukan tong sam cong dan rombongan ya… dan jangan analogikan saya dengan cu pat kai!! (angry) hahahaha.. akhirnya kami ampai di TKP (tempat kejadian perkara) karena di sini memang terjadi sebuah perkara.. MAU TAU? baca selengkapnya…
Niat utama datang ke tempat ini adalah cari buku bahasa indonesia,.. eh… apalah itu saya lupa, yang jelas ada hubungannya sama bahasa Indonesia.. baru 5 menit kami muter-muter, sampe di “pojokan” (baca: tempat stand QUADRA kalo lagi pas pameran komputer) kami di tawarin buat ikut talk show.. masih bingung ini talk show apa.. ya sudahlah.. idep-idep ngadem lan lheyeh-lheyeh (baca: istirahat) kami ngisi buku tamu. Pembicara nggedebus ngalor ngidul, aku ra mudeng opo sing mbok omong ne mas! (baca: ngantuk) yang intinya tentang PT. IMF, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan online atau istilah kerennya online trading — sumpah, gak mudeng blas.. mending mas nya tadi nerangin apa itu Blue Ocean Marketing,l pasti saya simak deh.. haha..
Dan “PERKARANYA” ada di sini nih.. minimnya pengunjung memaksa saya angkat bicara ketika sesi tanya jawab di buka.. yeah.. dan saya pun bersuara.. bla bla bla bla… begini begini, begitu dan begono.. Alasan utama saya tanya adalah karena merasa mesakne sajak e kok talk show nya gak payu (baca: ga di minati) lha,.. wajar aja, lha wong temanya aja berat gini,.. orang awam agak sulit meangkap pembicaraan tenatang trading apalagi ini basis nya online yang harus bisa internet.. lha wong jangankan trading online, facebook aja ga kenal.. haha.. sepikles semua nih pengunjungnya.. eniwey… tak apalah.. dapet bingkisan keren, lumayan ada notes sama pulpen nya.. bisa buat kuliah.. (baca: dengerin dosen sambil ngantuk² ato pesbukan) hahaha… dasar mahasiswa aneh..

Setelah bingisan di dapat dan talk show selesai segeralah kami ber dua CABUT dari kursi panas itu.. kembali berburu buku bahasa Indonesia yang entah apa itu namanya.. dan hasilnya NOLLLLL… bukunya gak ada.. huh..
Dengan Perut lapar.. kami memutuskan untuk makan.. di grenmol.. ini ajakannya adek, saya sih manut saja, haha.. sebenernya rada males mau ke mol-mol.. dari dulu paling anti sama mol.. kecuali nonton ya.. (lha wong 21 nya cuman ada di mol, kalo 21 nya ada di depan rumah ya saya gak ke mol!) :p (LOL)
Kesan pertama di grenmol adalah di tegur petugas parkir karena saya salah markir motor.. ini AWAL DARI TRAGEDI .. what a.. !@#$%&%$^$#
Mau TAU TRAGEDINYA? baca terus ya…
Si adek niat banget ngajakin makan di KFC, tapi belom jam 3, becoz paket nya ada mulai jam 3.. ya udah de,.. lanjut liat liat pilem ke 21, cuman liat2 aja.. enggak pake nonton.. haha… terus lanjut ke hypermart..dengan niat utama CARI LAMPU DARURAT.. eh, malah nyasar liat² kipas angin.. main bola, liat peralatan dapur, alat masak, setir mobil, kasur.. (eh.. kita ini dah kayak pasangan yang baru nikah aja.. liat yang begituan.. ) hahahaha… dan ujung²nya ketemu sama mahasiswa UNS yang lagi penelitian di sana, kami pun disuruh mengisi angket ato kuesioner.. ini mahasiswa saya lupa namanya.. yang jelas dari fakultas ekonomi.. lha wong NIM nya depannya eF!
Sial nya lagi si adek lagi hasrat banget buat belanja! what! BELANJA!! NO NO NO NO wayyyyy!!!! saya paling anti itu.. amit-amit saya nemenin belanja.. hooohhh.. mendingan ngadem sambil ngerokok.. tapi berhubungs aya ini baek hati dan tidak sombong,. jadilah saya bodyguard nya.. ambil sabun, shampo.. ini itu.. ono.. itu lagi.. ini lagi.. bla bla bla.. Satu pelajaran yang saya dapat “KALO NGAMBIL BARANG di RAK HYPERMARAT, ambil YANG PALING BELAKANG!!!” teori ini sudah di buktikan dengan contoh kiss spray pelicin.. yang di belakang ternyata isi nya FULL.. dan yang di bagian depan isinya cuman 3/4 FULL.. wah.. wah…
Belanja udah.. dan sekarang saatnya MAKANNNN… lapar sangad sodara-sodara.. tibalah kami di gerai KFC, kentaki fred ciken.. hohoho… dan saya bingung.. ini gimana pesen nya ya? (doh) dasar wong ndeso.. gak pernah makan di tempat beginian.. (maklum para pembaca.. saya terakhir kali ke KFC itu sama ibuk saya.. paas SD, kelas 3 nek ga salah.. SMP pun sekali.. itu pun ada traktiran ulah temen.. ) hahaha.. dan akhirnya.. kenyang.. (sebenernya saya masih laper…) huhuhu.. tapi sudahlah,.. dan mari pulang…
Sampe di bawah.. ngiler ama bau nya bread talk.. wow.. roti bicara? haha.. aneh² aja nama tuh gerai roti.. cari yang ada keju nya.. keju. keju.. keju… bingung… semua keliatan yummy,.. ohhh.. pilihan yang sulit.. tapi akhirnya jatohlah pilihanke roti yang bulet.. bentuknya kayak mahkota raja.. terus di dalemnya ada keju kotak2.. haha.. kalo si adek milih yang namanya mirip kartun jepang terus satunya yang rasa kopi (loh.. roti rasa kopi?) ada2 aja… api emang gitu… andai saya yang punya bread talk.. saya bakal buat roti yang rasa nasi liwet… hahaha…
Capek.. pulang… sampe parkiran ternyata…. huft…. $&^##&($)$)$)$ TRAGEDI ban sepeda saya kena PAKU!!! pelanggaran.. kok bisa yo.. di dalem parkiran grenmol bisa ada paku payung!! sial,,,, yo wis lah.. kepeksone nuntun iki.. untung aja di luar ada tukang tambal ban.. dan akhirnya setelah 30 menit menanti dengan harap-harao cemas kelahiran si jabang bayi.. (loh) wkakaka…. bukan2… tapi menunggu selesainya ban saya di tambal.. akhirnya selesai juga.. dan kami pulang.. ke kampus.. nganter adek hikmah ke kost. terus baru ke spmb.. nulis ini postingan… keimpulannya hari ini begitu aneh.. banyak kejutan,,, tapi menyenangkan… thnks ya hkmh! heihooo,… let’s go!
di tulis oleh KoJing!, on October 28th, 2009
Diawali dengan Penanaman kapital di Indonesia sejak akhir abad ke-19 yang meningkat dengan cepat, yang membawa perubahan besar dalam kehidupan ekonomi dan sosial di Indonesia. Untuk mengerjakan bahan-bahan mentah, imperialisme Belanda mendirikan pabrik-pabrik, membikin pelabuhan-pelabuhan dan jalan-jalan kereta-api. Tetapi, semuanya itu sekali-kali bukanlah untuk memajukan Indonesia, melainkan untuk mengintensifkan penghisapan kolonial terhadap Rakyat Indonesia.
Dengan demikian pengaruh kapitalisme menjadi merasuk ke dalam masyarakat Indonesia, yang mendorong lahirnya klas-klas baru dalam masyarakat Indonesia, yaitu : Klas proletar, intelektual dan borjuasi Indonesia.
Disamping itu, 28 Oktober selalu di peringati oleh anak cucu bangsa ini sebagai hari Sumpah Pemuda, satu hari yang disebut-sebut sebagai proses awal menuju kemerdekaan yang hakiki. Di persatukannya pemuda Indonesia oleh PPPI atau (perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia) pada 28 Oktober 1928 menjadi puncak dari perjuangan intelektual generasi muda pada masa tumbuh suburnya organisasi berhaluan komunis yang nantinya menjadi bumerang. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda tiong hoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie. dan menghasilkan putusan seperti ini:
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.
Bukan pada 28 Oktober 1928 yang akan saya jelaskan secara eksplisit, namun tengoklah 23 tahun kebelakang bahkan lebih, sejak diikrarkannya sumpah ini. Masa awal kemunculan embrio kebangkitan nasional akibat dari politik etis.
Pada tahun 1905 berdirilah serikat buruh kereta-api yang bernama SS-Bond (Staats-Spoor Bond). Dalam tahun 1908 berdirilah Perkumpulan Pegawai Spoor dan Trem (Vereniging van Spoor en Tram Personeel - VSTP), suatu serikat buruh kereta-api yang militan ketika itu. Kemudian pada bulan Mei tahun 1914 di Semarang telah berdiri Perkumpulan Sosial-Demokratis Indonesia (Indiskhe Sociaal Democratiskhe Vereniging — ISDV), suatu organisasi politik yang menghimpun intelektual-intelektual revolusioner bangsa Indonesia dan Belanda. Tujuannya ialah untuk menyebarkan Marxisme di kalangan kaum buruh dan Rakyat Indonesia. Perkumpulan Sosial-Demokratis Indonesia inilah yang pada tanggal 23 Mei tahun 1920 berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tahun 1905 adalah awal dari munculnya semangat nasionalisme, yang sekaligus tumbuhnya jamur-jamur komunis di Indonesia. Namun dari sisi lain, menjamurnya komunis di Indonesia semakin membawa angin segar bagi penggerak kebangkitan kaum intelektual muda. — STOP!!!!
*Sampai di sini pasti ada yang janggal, tulisan ini memang sengaja saya buat ngawur, (berharap ada yang respon) hahaha… gak semua yang ada di tulisan ini adalah relevan, bisa saja ini adalah sebuah anakronistis dan subjectivitas penulis …
di tulis oleh KoJing!, on October 26th, 2009
Bagi sebagian besar penduduk yang merupakan perantau dari daerah, mudik adalah satu hal yang telah menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap tahun menjelang hari Raya. Tidak hanya warga Ibu kota saja yang melakukan ritual tahunan ini, tidak peduli di manapun mereka merantau pasti ujung-ujungnya akan kembali juga ke tempat /daerah asal tanah kelahiran atau tempat dimana orang tua dan sanak keluarga berkumpul.
Hal ini bisa dikatakan sebuah fenomena, ritus tahunan ini sudah mengakar di dalam masyarakat kita. Adanya keinginan berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara adalah pemicu utamanya. Berdasarkan data, jumlah pemudik tiap tahunnya selalu bertambah. Moda transportasi yang semakin murah dan nge-trend nya mudik menggunakan sepeda motor yang lebih hemat semakin menambah euforia mudik di saat menjelang hari raya.
Dengan kacamata soisiologi, fenomena mudik dilihat berdasarkan teori “interaksionisme simbolik” akan coba saya argumentasikan. Dalam perspektif ini dikenal nama sosiolog George Herbert Mead (1863–1931), Charles Horton Cooley (1846–1929), yang memusatkan perhatiannya pada interaksi antara individu dan kelompok. Mereka menemukan bahwa individu-individu tersebut berinteraksi dengan menggunakan simbol-simbol, yang di dalamnya berisi tanda-tanda, isyarat dan kata-kata. Sosiolog interaksionisme simbolik kontemporer lainnya adalah Herbert Blumer (1962) dan Erving Goffman (1959).
Menurut H. Blumer teori ini berpijak pada premis bahwa Continue reading Tradisi Mudik Lebaran Menurut Teori “interaksionisme simbolik”
di tulis oleh KoJing!, on October 18th, 2009

Sudah sejak secil saya mengenal nama Balekambang, yaitu sebuah tempat di pinggir jalan besar di daerah belakang pasar depok. Tempat dengan keadaan gelap, remang-remang, angker dan kumuh yang di sisi dalamnya berdiri sebuah gedung pertunjukan dan kolam yang tidak terawat. Orang tua saya menanamkan sebuah mindset bahwa dulu tempat kumuh itu adalah sebuah tempat yang penuh kenangan dan kejayaan. Dogma seperti itu lah yang ayah dan ibu saya tanamkan kepada saya, bahkan eyang dan salah satu budhe saya juga ikut-ikutaan dengan beragam ceritanya.
Itu dulu, cerita ketika saya masih “putih merah” tapi sekarang ketika saya sudah “bebas” dan mengambil konsentrasi di sejarah, ternyata memang benar adanya. Balekambang adalah sebuah ikon kejayaan Solo di masa lampau yang berada di bawah naungan swapraja Mangkunegaran. Dibangun oleh Sorjosoeparto yang bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VII pada 26 Oktober 1921, Balekambang adalah sebuah manifestasi dari kecintaan Sorjosoeparto terhadap kedua putri tertua beliau yang bernama partini dan partinah.
Origin
Taman Balekambang pada masa dulu tidak berdiri sendiri, ada dua bagian dari taman tersebut. Yang pertaman adalah Partini tuin (taman air partini) dan Partinah bosch (hutan kota partinah) yang merupakan satu kesatuan dari taman Balekambang ini. Konsep awal pembangunan Balekambang adalah sebagai ruang publik yang meniru hutan buatan dan taman air yang ada di negeri Belanda. Dimanifestasikan sesuai dengan kesukaan Partini akan taman air dan Partinah akan pemandangan hijau yang teduh.
Seperti yang diungkap dalam babad Solo karya RM Sajid ”Ing akhir tahun 1921 dipun bikak satungiling taman hiburan ingkang resminipun nama ‘Partini Tuin’, tegesipun Taman Partini. Partini punika putra dalem ingkang sepuh piyambak. Nanging umum mastani Balekambang.” (Pada akhir tahun 1921, dibuka sebuah taman hiburan yang resminya bernama Partini Tuin, yang artinya Taman Partini. Partini itu putra dalem yang tertua. Namun umum menyebutnya dengan nama Balekambang).
Disebutnya sebagai “Balekambang” karena konon kataya bearsal dari kata Bale, yang artinya Balai atau rumah dan Kambang, yang artinya mengapung. Keduanya adalah unsur bahasa jawa. Penamaan balekambang sepertinya berasal dari perspektif apung yang akan kita lihat pada rumah-rumahan yang berada di seberang kolam Partini, seolah-olah rumah itu mengapung karena di depannya terhampar kolam buatan.
Daerah Resapan dan Persaingan Dua Raja Continue reading Balekambang, Sebuah Warisan bagi Kesenian dan Tata Ruang Kota Solo
|
|
Recent Comments